Workshop Meta-analisis bagi Mahasiswa dan Dosen Prodi Magister Ilmu Ternak FPP UNDIP

Saat ini publikasi berbasis meta-analisis sangat marak dilakukan oleh berbagai peneliti di seluruh dunia, termasuk peneliti dan dosen dari Indonesia. Meta-analisis sendiri merupakan metode statistik yang menggabungkan hasil dari berbagai penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya. Studi meta-analisis dapat memberikan pandangan yang lebih komprehensif tentang data pada topik tertentu dengan menggabungkan hasil dari berbagai studi yang telah dilakukan. Hal ini memungkinkan peneliti untuk mencapai kesimpulan yang lebih solid dan membuat keputusan yang lebih tepat berdasarkan data yang tersedia. Beberapa langkah perlu dilakukan oleh peneliti dalam melakukan studi meta-analisis, diantaranya menentukan topik, mengumpulkan dan menseleksi naskah jurnal yang dirujuk, mentabulasi dan menganalisis data dari naskah jurnal terpilih dan merangkum dan menginterpretasi hasil analisis.

Untuk membekali dan melatih mahasiswa Prodi S2 Magister Ilmu Ternak Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, pada tanggal 11-12 Juli 2023 diselenggarakan “Workshop Meta-analisis untuk Riset Peternakan” bertempat di Ruang Serba Guna FPP Undip. Workshop yang berlangsung dua hari tersebut menghadirkan Dr. Mohammad Miftakhus Sholikin, peneliti dari Pusat Riset Peternakan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional sebagai narasumber. Workshop diikuti oleh 60 peserta yang tidak hanya berasal dari mahasiswa Prodi S2 Magister Ilmu Ternak, namun juga mahasiswa dari Prodi S3 Doktor Ilmu Peternakan dan juga Dosen di lingkungan FPP UNDIP.

Dalam pembukaannya, Dr. Ir. Limbang Kustiawan Nuswantara, S.Pt., M.P., IPU. (Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FPP UNDIP) menyampaikan bahwa workshop ini  diharapkan dapat menjadi tonggak pembelajaran meta-analisis yang saat ini belum banyak dikerjakan oleh mahasiswa maupun dosen FPP UNDIP. Kerjasama antara Prodi S2 Magister Ilmu Ternak FPP UNDIP dan Pusat Riset Peternakan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional juga diharapkan terus dikembangkan untuk memajukan kedua institusi.