Jepara, 28 Juli 2026 – Mahasiswa Program Magister Universitas Diponegoro, Rizki Ardian Dwi Kurnia dan Syaddad Verahry Philco, turut terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan sistem pembibitan sapi lokal di Kabupaten Jepara. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penguatan Community Based Breeding Program (CBBP) Sapi Peranakan Ongole (PO) untuk Mendukung Kemandirian Bibit dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan” dan dilaksanakan di Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.
Keterlibatan mahasiswa S2 dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Diponegoro dalam mendorong peran aktif mahasiswa pascasarjana pada kegiatan pengabdian masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kapasitas akademik dan riset, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam memahami persoalan peternakan rakyat, khususnya terkait pembibitan sapi Peranakan Ongole berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari pelaksanaan Hibah Pengabdian IDBU 39 Universitas Diponegoro yang berorientasi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2: Zero Hunger. Fokus utama program diarahkan pada penguatan sektor peternakan sapi potong lokal melalui penerapan Community Based Breeding Program sebagai strategi untuk mendukung kemandirian bibit, peningkatan produktivitas ternak, dan ketahanan pangan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa S2 UNDIP berperan dalam mendukung rangkaian kegiatan pengabdian, mulai dari persiapan kegiatan, penguatan substansi teknis, koordinasi lapangan, hingga pendampingan masyarakat peternak. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa KKN IDBU 39 Universitas Diponegoro sebagai kolaborator dalam pelaksanaan program di lapangan. Kolaborasi antara tim pengabdian, mahasiswa pascasarjana, mahasiswa KKN, dosen pembimbing, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung keberhasilan kegiatan pengabdian di Desa Sumanding.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang memiliki komitmen dalam pengembangan peternakan sapi potong di Kabupaten Jepara. Turut hadir Kepala Desa Sumanding Afif Fatkhur Rohman, S.H., Camat Kecamatan Kembang Hermawan Oktavianto, S.P., serta Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Jepara Aprilia Elisiawati, S.P., M.P.I. Selain itu, hadir pula Tim Dosen Pembimbing Lapangan KKN IDBU 39 Jepara Universitas Diponegoro, yaitu Dr. Dela Ayu Lestari, S.Pt., M.Si., Asep Setiaji, S.Pt., M.Si., Ph.D., Fatmawati Mustofa, S.Pt., M.Sc., dan Rifka Amalia, S.E., M.S.M. Kehadiran para dosen menjadi bentuk dukungan akademik dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, mahasiswa, dan masyarakat peternak.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, yaitu Dr. Mamat Hamidi Kamalludin dari Universiti Putra Malaysia, Dr. Hartati dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Rifka Amalia, S.E., M.S.M. dari Universitas Diponegoro. Para narasumber menyampaikan materi mengenai penerapan Community Based Breeding Program, penguatan kelembagaan peternak, manajemen pembibitan sapi Peranakan Ongole, serta strategi pengembangan usaha peternakan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.
Peserta kegiatan berasal dari kelompok peternak sapi di Desa Sumanding, Desa Bucu, serta desa-desa sekitar. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam sesi diskusi mengenai berbagai tantangan peternakan rakyat, seperti manajemen reproduksi, pencatatan ternak atau recording, seleksi bibit unggul, kesehatan ternak, dan peningkatan produktivitas berbasis sumber daya lokal.
Bagi mahasiswa S2 yang terlibat, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran langsung untuk memahami dinamika pengembangan peternakan di tingkat masyarakat. Interaksi dengan peternak memberikan pengalaman penting mengenai bagaimana konsep akademik, hasil riset, dan pendekatan pemberdayaan masyarakat dapat diterapkan secara nyata dalam mendukung pembangunan peternakan lokal.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian Universitas Diponegoro menyerahkan bantuan berupa sprayer, EM4, dan desinfektan kepada kelompok peternak. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung penerapan biosekuriti, menjaga kesehatan ternak, serta meningkatkan kualitas pengelolaan kandang di lingkungan peternakan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Universitas Diponegoro berharap penguatan Community Based Breeding Program sapi Peranakan Ongole di Jepara dapat menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pembibitan ternak lokal yang mandiri dan berkelanjutan. Keterlibatan mahasiswa S2, dosen, mahasiswa KKN sebagai kolaborator, pemerintah daerah, lembaga penelitian, mitra internasional, dan masyarakat peternak diharapkan mampu memperkuat kemandirian bibit, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta mendukung ketahanan pangan nasional.